Keindahan Yang Terselip Dalam Sebuah Kebanggaan

salam rindu...
ku sampaikan dan ku hangatkan bersama tulisan ini kepadamu sahabat,
saudara seperjuangan yang sangat saya cintai dan saya kagumi,

entah kenapa,tulisan ini baru berani saya keluarkan ketika semua rindu sudah tidak lagi di pertanyakan,
ketika kegembiraan sudah luntur oleh beberapa pemahaman hebat kita,
dan ketika marah reda bak hujan yang sangat diharapkan dalam detik kegersangan gurun,

sungguh...
begitu sangat ajaib sekali pola pikir ini,kemarin yang dalam tawa dan ejekan semua terpingkal puas,
yang ketika hawa panas dan bahasa-bahasa hebat itu keluar untuk sebuah pembenaran status dan argumen,
di lunakkan dengan sebuah coretan kecil yang sempit dan menggelitik,

masih ingatkah kau...
ya...
inilah dia..
sebuah pembatasan dalam akhir sebuah kehangatan dalam bekerja bersama untuk membangun diri dan membentuknya,
karena,
lelah kemarin yang mungkin sama kawan rasakan,adalah sebuah penguatan dalam keyakinan strata kebanggaan,
yang di sampaikan dan tersalurkan bersama benih-benih baru,untuk dirawat agar buahnya sangat di harapkan persis,
manis seperti sama dalam sari-sari manis senyuman ruangan yang tak besar ini,
yang membuat kita terkadang tertawa dan autis bersama dalam euforia semangatnya ....

saya sungguh takkan melupakan ini....
melupakan itu...
menanyakan ini dan menjawab itu...

Tapi sungguh sangat menarik sekali menurut saya,yang kemarin ...
dari beberapa pemahaman hebat dalam referensi hidup para pahlawan sukses,mungkin sudah banyak kita coba dalam
perputaran pola pikir kita,
dari beberapa bahasa indah dalam rangkai kalimat sastra nan tinggi sudah kita lantunkan sama persis walaupun terkadang
sedikit bercampur oleh bahasa indah buatan kita sendiri...
entah...
tahu apakah kebenaran itu hanya dalam logika fuzzy yang akan menguatkan sebuah pembenaran yang kita buat sendiri,
yang jelas di ruangan ini,adalah sebuah saksi hasil dari pola pikir,
dari pertimbangan dan dinamika dilema hidup kita masing-masing,
yang sedikit berandil untuk sebuah sikap yang kita tentukan agar benilai,
dan dinilai...

saya mengharapkan sekali, bahwa ini bukan pertimbangan terakhir kita dalam rangkaian metamorfosa keindahan kupu-kupu
yang kita calonkan nanti,
biarlah referensi ini tersiar dalam lembut angin selatan yang membawanya agar sampai pada aras harapan generasi berikutnya,
dan benar - benar menjadi manis seperti kurma di awal rembulan.
karena harapan kita bersama adalah sebuah cinta sejati,
yang tersimpan di dalam hati karena sebuah pesona aura jiwa yang di suburkan oleh ruang kasih sayang,
semoga semua ini tak di tunggu karena sebuah ketakutan yang tumbuh,
tapi dia...
tumbuh bersama doa-doa yang teduh,

terima kasih atas semua canda dan tawanya wahai sahabat dan saudara- saudari ku,
semua ilmu, semua pelajaran...
yang saling belajar,bagaimana itu belajar,dan...
bagaimana seharusnya belajar,untuk bisa mengajar...
untuk mu selalu rindu ku,sayang ku, kasih ku dan kebanggan ku karena kita bisa bersama yang mungkin akan terus,
bersama dalam hangatnya rindu kita semua...

salam sejahtera dan salam sukses selalu untuk mu...
sahabat... rekan... teman... dan saudara/i ku.....

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

3 comments:

  1. sebelumnya mata ini semringah tinggal menunggu hitungan hari menuju hari itu,
    sebelumnya hati ini menanti kedatangan hari permulaan dan akhir itu,
    tapi entah kenapa sekarang jadi berbeda, namun hidup itu dinamis, ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan siapa tau ada pertemuan lagi setelah perpisahan, karena tanpa ada perpisahan tak ada lagi pertemuan, namun kebersamaan tanpa bumbu yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  2. layaknya butiran gula pasir yang berjatuhan dengan irama halus
    kilauan dari tiap butiranya membuat kita semakin merasa memilikinya
    dan irama jatuhnya membuat kita semakin merasa kehilanganya....

    ReplyDelete