Serpih-serpih pasir

Ini adalah kelanjutan dimana tinta yang seperti biasanya kembali melakukan hal
Yang tak biasa,
di waktu yang biasa…

Ini adalah hari dimana sebuah pena kehabisan tinta…
Tinta yang kan mengukir dalam syahdunya aksara-aksara nan indah...

Dan Ini adalah hari dimana tetesan tinta terakhir yang ingin bersambut dengan sekumpulan tinta
Lainnya dalam rintihan lembar melodi yang mendayu…,

Kali ini benar-benar sungguh haus…
Benar benar sungguh kerontang,
bahkan yang lebih puitis lagi…
Ini ku hayalkan bagai terjebak di dalam sahara yang gersang…
Hanya ditemani pasir…hanya berselimut debu dan hembusan panas yang melengket pada sisa nafas kulitnya…

Sungguh…
ironis sekali mungkin narasi ini,
karena bila kubayangkan,aku pun takkan sanggup untuk menjadi tokoh yang ada di dalam sahara nan mematikan itu…,

Dan diatas semua itu..
aku berharap hari ini akan menjadi puisi

"Seperti dedaunan yang dibasah embun pagi hari,
Seperti pecah ombak pasang lautan selatan…
Seperti cerita…
Meminta akhir pada indah peraduan cinta sepasang dewa,
sehingga semua lupa akan lantunan melodi pengiring,
Lupa pada cinta tinta …
Lupa pada cerita…
Karena aksara-aksaranya yang masih sibuk bergeliat dalam kubangan serpih-serpih pasir sahara ….
Yang belum tentu teruntai…
Yang belum tentu piawai dalam membuai…. "

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

1 comments:

  1. Luar biasa.,. ternyta drmu jago menghayal jg ya bi.,.

    lanjutkan dan ttp semangat.,. :D

    ReplyDelete